Soal UTS Bahasa Sunda Kelas 4 SD


            Ulangan Tengah Semester (UTS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. - Permendikbud No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
           Berdasarkan Permendikbud di atas, maka setiap pertengahan semester baik semester ganjil maupun semester genap, sekolah saya SDN Menteng selalu menyelenggarakan ulangan tengah semester bagi peserta didik. Ulangan tengah semester ini dikhususkan untuk menilai kompetensi pengetahuan peserta didik melalui instrumen tertulis. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini untuk urusan penyusunan soal dikoordinir antar gugus dalam satu kecamatan. Salah satu soal UTS yang disusun oleh gugus saya adalah soal Bahasa Sunda kelas IV SD. Untuk menambah perbendaharaan soal UTS, saya juga meminta tolong kepada kawan Guru di Kecamatan Tanjungsari untuk berbagi soal Bahasa Sunda dari Kecamatannya.
Silakan unduh Soal UTS Bahasa Sunda Kelas IV SD pada tautan di bawah ini :



UNDUH SOAL UTS BAHASA SUNDA KELAS IV SD
SDN MENTENG
KEC. SUKAMAKMUR
SDN GOBANG
KEC. TANJUNGSARI


Semoga soal UTS Bahasa Sunda Kelas IV SD di atas bisa bermanfaat bagi kawan-kawan, atau sebagai salah satu referensi oleh para pendidik dan pihak sekolah yang lain untuk menyusun soal-soal yang lebih berkualitas.
Salam Guru Pantura

Putri Noong, Kue Tradisional Sunda


Bertambah lagi referensi nama jajanan tradisional yang pernah saya cicipi di Bogor. Kabupaten yang terkenal dengan Mars Tegar Beriman. Hari ini, salah satu murid saya di kelas IV memberikan kue buatan ibunya kepada saya. Kuenya mempunyai warna dengan perpaduan kuning dan merah cerah yang membuatnya eye-catching. Kalau di daerah Bogor, kue tradisional ini disebut Putri NoOng.

Kue/Jajanan Sunda Putri Noong Guru Pantura

NoOng artinya melihat/mengintip. Jadi, Putri NoOng artinya putri yang melihat/mengintip. Kenapa kata NoOng digunakan dalam penamaan kue ini? Dari analisa sederhana saya, penamaan kue ini berkaitan erat dengan bentuk kue itu sendiri yang berbentuk bulat pipih seperti mata. Di daerah asal saya (Pati-Jawa Tengah), kue ini disebut kue Moto Kebo (Mata Kerbau). Beberapa daerah lain di Indonesia ada yang menyebutnya dengan nama kue Mata Roda, kue Koco Moto, dan kue Mata Sapi. Biarpun penamaan kue ini di tiap-tiap daerah berbeda, tetapi semua penamaannya mempunyai kesamaan yaitu berkaitan dengan mata.
Bukan hanya warna dan penamaannya yang menarik, tetapi rasa kue yang terbuat dari singkong ini juga tergolong unik. Saat digigit terasa legit dan manis, serta terasa sedikit asam saat lidah bersentuhan dengan irisan pisang jenis nangka di tengahnya. Pisang jenis nangka ini memang mempunyai rasa manis-asam jika dimakan, ciri khusus pisang jenis ini kulitnya akan tetap berwarna hijau meskipun pisang sudah masak.

Jajanan Sunda Putri Noong Guru Pantura

Proses pembuatan Putri NoOng pun tergolong mudah. Pertama-tama, parut singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan kulitnya. Selanjutnya, tambahkan gula pasir sesuai selera pada parutan singkong. Untuk mempercantik tampilan kue, bisa ditambahkan pewarna makanan, atau bisa juga menggunakan gula merah untuk mendapatkan warna cokelat alami. Setelah itu, gunakan adonan parutan singkong tadi untuk menggulung pisang yang sudah dikukus utuh, dan bungkus dengan daun pisang sehingga berbentuk seperti lontong. Terakhir, kukus sampai matang dan potong sesuai selera. Dalam penyajiannya tambahkan parutan kelapa/gula pasir, akan lebih maknyuus kalau dimakan selagi hangat dan ditemani secangkir kopi hitam. :D

Putri Noong khas Sunda Guru Pantura
Putri Noong Khas Bogor Guru Pantura

Mari bersama-sama mengenal dan melestarikan  kue dan jajanan  tradisional asli  INDONESIA, salah satunya Kue Putri Noong.
Salam Guru Pantura.

Format LAPORAN PIGP Guru


Pada tanggal 10-12 November kemarin, saya bersama dengan ratusan kawan guru di Kabupaten Bogor, khususnya guru CPNS dan PNS angkatan 2010 sampai angkatan 2013 telah mengikuti sosialisasi PIGP di Hotel Grand Mutiara, Puncak, Bogor. Program Induksi Guru Pemula atau lebih sering disebut PIGP adalah kegiatan orientasi, pengenalan, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran, bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Ini adalah program yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan untuk para guru. Sejatinya, program ini telah berjalan sejak tahun 2010 dengan disahkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. Sebelum lebih jauh mengikuti PIGP, ada baiknya kawan-kawan mengetahui terlebih dahulu Konsep Menjadi Guru Bertaraf Internasional.

PIGP-GURU-BOGOR

Lalu siapa yang disebut guru pemula?. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran, bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, ataupun oleh masyarakat. Intinya, terdapat syarat/batasan khusus untuk seorang guru dianggap masuk ke dalam kategori guru pemula. Jadi, menurut penjelasan di atas, peserta PIGP adalah :
a.  Guru pemula berstatus CPNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah  daerah;
b.  Guru pemula berstatus PNS mutasi dari jabatan lain; atau
c.   Guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
            Program induksi ini dilaksanakan di sekolah masing-masing peserta PIGP selama kurang lebih antara 9 - 12 bulan. Mengikuti Program Induksi Guru Pemula juga digunakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru, khususnya bagi guru pemula yang berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS, PIGP dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap. Tujuan utama dari pelaksanaan PIGP adalah untuk membimbing guru pemula agar dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah, serta dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai guru yang profesional di sekolah/madrasah tempatnya mendidik.
            Di akhir kegiatan induksi, guru peserta PIGP diminta membuat laporan rekap hasil penilaian dan pengamatan dari kepala sekolah, guru pembimbing maupun pengawas sekolah selama pelaksanaan. Nah, pada kesempatan reuni gratis di acara sosialisasi PIGP kemarin, saya dan kawan-kawan guru dari Kabupaten Bogor sepakat untuk membuat dan menyeragamkan format laporan akhir PIGP kami. Substansi isi dari laporannya kami tuangkan ke dalam empat bagian, dari BAB I sampai dengan BAB IV. Silakan unduh file’nya pada link di bawah ini.

·      KATA PENGANTAR
·      DAFTAR ISI
·      DAFTAR LAMPIRAN
·      BAB I PENDAHULUAN
·      BAB II PELAKSANAAN
·      BAB IV PENUTUP
                                                           
Setelah kurang lebih menunggu selama sebulan, akhirnya Sertifikat dan Piagam kelulusan mengikuti PIGP sudah ada di tangan.

Sertifikat PIGP Guru Pantura
Klik gambar untuk memperbesar
Piagam PIGP Guru Pantura
Klik gambar untuk memperbesar

Semoga informasi tentang laporan akhir PIGP ini dapat bermanfaat.
Salam Guru Pantura.
© 2015 Guru Pantura | Privacy Policy | Contact Me || Powered by Blogger